Senin, 02 Mei 2016

Problema antara Kaum Senior dan Yunior

Ada bermacam label atau sebutan bagi orang-orang yang sudah memasuki usia lanjut; Lansia, Jompo, Manula (manusia lanjut usia),Kaum senior, Umas (usia emas), Usia Indah dll. Dengan sebutan mana yang  kita pakai menjadi sebuah cermin yang dapat menunjukkan seperti apa kita menghargai dan peduli terhadapnya. Bagi saya sebutan yang paling cocok bagi para usia lanjut adalah KAUM SENIOR. Mengapa ?, karena mereka telah terlebih dahulu mengalami dan melewati semua pengalaman hidup pada masanya sebelum kita ada. Mereka adalah orang-orang yang hebat pada masanya, yang sering kali mewariskan kehebatannya pada generasi berikutnya, entah dari sisi ilmu, karakter maupun juga finansial. Mereka adalah orang yang telah berjuang, orang yang bertanggung jawab pada Negara, pemerintah, pada perusahaan, pada  lembaga, pada keluarga dan masa depan generasinya termasuk tanggung jawab dalam iman kepercayaannya.
Mereka adalah para pahlawan kita, minimal pahlawan bagi keluarganya, bagi istri dan anak-anaknya. Namun...ketika memasuki masa usia lanjut seiring tiba masa kejayaan anak-anak, para Kaum Senior secara perlahan namun pasti mulai tergeser baik dari perhatian maupun kasih sayang dari keluarga. Ada banyak faktor yang turut andil dalam hal ini, sehingga terjadi dis-interaksi antara Kaum Senior dengan keluarganya baik secara verbal maupun non verbal. Bagi anak-anaknya hal ini hal biasa dan bukan masalah dan tidak jadi masalah. Namun bagi Kaum Senior mungkin adalah sebuah masalah yang serius. Fakta yang terjadi menunjukkan bahwa telah ada masalah diantara mereka yang tidak disadari oleh pihak anak. Sehingga Kaum senior merasakan  kesepian ditengah keluarga besar, merasa tidak ada arti meskipun telah banyak berjasa dalam keluarga. 
Hal yang lebih miris lagi adalah ketika mereka memperlakukan kaum Senior sebagai produk yang sudah kedaluwarsa...,tidak terpakai lagi, tidak berguna lagi. Sehingga sering kali sebagai anak tidak lagi menghargai Kaum Senior, tidak lagi membutuhkan nasehatnya, tidak lagi merasa perlu belajar dari pengalamannya dan semua hanya menonjolkan diri sebagai generasi yang sudah hebat tanpa sedikitpun ingat kalau dibalik kesuksesannya ada andil dari para Senior terdahulu. 
Bagaimanakah seharusnya sikap kita terhadap Kaum Senior ?.. Bersambung...

Sebagai generasi yang santun, seharusnya kita memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap Kaum Senior.
Kaum Senior identik dengan menurunnya daya tahan tubuh dan mengalami berbagai macam penyakit. Ditambah lagi dengan kondisi mental yang sangat dipengaruhi oleh 4 faktor; Fisik, Psikologi, Sosial dan Ekonomi. Apabila tidak ada dukungan alias tidak adanya keseimbangan dari faktor-faktor tersebut maka kemungkinan besar dapat memacu munculnya berbagai macam penyakit bagi Kaum Senior. Minimal munculnya emosi yang labil, mudah tersinggung, perasaan dilecehkan, kecewa, perasaan kehilangan, tidak berguna dan hilangnya damai sejahtera dan kebahagiaan. Kaum Senior yang demikian sangat rentan sekali mengalami gangguan psikiatrik; baik depresi, ansietas (kecemasan), psikosis (kegilaan) atau kecanduan obat. Nah Kalau kita yang sadar mengerti bahwa Kaum Senior sudah memiliki pergumulan tersendiri, mestinya kita  tidak lagi menambah beban penderitaan mereka.
Minimal ada 5 hal yang sangat gampang kita lakukan untuk meringankan beban mereka :

1. Selalu berikan senyum manis,

2. Berilah sampaan yang segar dan membangun,

3. Selalu ucapkan berkat,

4. Biasakan berkata maaf, bila memang kita sudah mengecewakan

5. Jangan lupa Ucapkan Terima kasih, untuk hal yang kecil sekalipun
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar